Inner beauty

· Tak Berkategori
Penulis

Karena satu dan lain hal, anakku baru pada usia 8 tahun memiliki kamar sendiri.
Dan saat persiapan untuk memiliki kamar sendiri, anakku begitu antusias sekali untuk mempersiapkan segala sesuatunya, yah walaupun sederhana sifatnya, namun kami begitu apresiasif dengan keingibanya yang begitu menggebu.
Dan ketika tiba saatnya untuk menempati kamar sendiri, ternyata kami-saya dan istri-masih diliputi rasa gak tega, kasihan melihat ia tidur sendiri dikamar sebelah. Padahal anakku amat menginginkanya dan berani untuk tidur sendiri.
Inilah sifat jelek kami, yang terlalu kawatir dan protektif, padahal kami menyadari sifat kami ini kurang baik untuk kemandirian anak, namun perasaan kami masih mengalahkan kala sehat kami.
Dan seminggu kemudian, keponakan kami main dan nginap dirumah, tadinya saya pikir mereka-anaku dan sepupunya 2 orang akan tidur dikamar sebelah, namun anaku milih tidur bersama kami. Ketika aku tanya kenapa? dia bilang, biar saja, kasihan saudara sepupunya agar tidur dengan nyaman dikamar sebelah, dan ia sempat minta maaf sama saya karena mesti tidur dikamar ayah, bahkan sempat memikirkan ayah tidur pakai extra bed yang sudah disimpan.
Mungkin ini cerita biasa, namun buat saya cukup spesial, karena anak usia 8 tahun mau memikirkan saya dan sepupunya. Dan semoga kepedulian sifatnya pada orang lain terbawa hingga dewasa kelak. Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: