Gadis Itu

· Tak Berkategori
Penulis

Kadang kita suatu saat mengalami kejenuhan yang seakan tidak berkesudahan, baik dalam menghadapi pekerjaan maupun hal lain.
Pada usia ke 26 aku begiti lelah, bosan dan bingung, betapa tidak, banyak hal yang keliru telah aku lakukan. Dan aku ingin, periode kehidapnku selanjutnya bisa sedikit berguna dan punya arti.
Saat itu aku putuskan untuk berhenti bekerja, aku ingin BERTAPA 2 atau 3 bulan, untuk merenung.
Setelah genap 2 bulan usia perenunganku, aku telah menemukan obat yang dapat menjadikanku hidup lebih ada arti, yaitu MENIKAH. Tapi dengan siapa? Bukanya aku gak punya pacar, dan bukanya aku gak laku, namun saat itu gadis gadis yang ada disekitarku adalah bukan gadis yang ada dalam otakku sebagai istri.
Mereka adalah teman atau pacar yang baik, namun bukan calon istri yang baik, maklum saat itu kiblatku hanya kesenangan yang aku inginkan.
Sedang saat aku sekolah madrasah, beberapa guruku sering menggambarkan tokoh istri yang baik, dan aku gak punya calon seperti yang digambarkan guru guruku.
Aku bingung, kemana aku harus mencari calon istri yang baik.
Lalu aku putuskan pulang kampung untuk HUNTING, karena aku yakin, dikampungku masih banyak stock untuk itu. Ternyata setiba dikampung, aku cukup kesulitan untuk menemukan jodohku, hampir 9 bulan aku hunting disana.
Sambil mencari dan mencari, aku mengisi kegiatanku berternak ayam broiler sambil mendirikan karang taruna untuk jembatan pencarian calon istri.
Saat itu, th 1999, ayam ternakku cukup lumayan jumlahnya, mencapai 6000 ekor.
Pada suatu sore, aku duduk dipinggir jalan raya menunggu kiriman anak ayam (DOC), tiba tiba melintas seorang gadis yang cantik dan menawan hatiku, ia berjalan bersama seorang ibu paruh baya, aku mengenal ibu itu, tapi aku tak mengenal gadis itu.
Tapi dari wajahnya, aku berkayakinan, dia adalah adik dari sahabatku waktu di SMP maupu SMA, dan tak lain ponakan dari ibu paruh baya itu.
Saat itu juga, dalam lubuk hatiku mengatakan, ini calon istriku!!
Malamnya, aku cari informasi untuk meyakinkan siapa gadis itu?
Setelah tanya kanan kiri ternyata dugaanku benar, dia adalah adik sahabatku.
Aku makin yakin bahwa dia harus menjadi istriku!!! Walaupun aku belum kenal dia, aku yakin sekali dia dapat dijadikan istri seperti yang guruku gambarkan. Karena aku mengenal sekali keluarga tersebut product keluarga yang baik.
Singkat cerita aku melakukan beberapa cara untuk dapat mengenalnya, namun gagal, lalu dalam kesempatan liburan hari raya, dimana kakaknya yang merantau kejakarta pulang akmpung, aku datang kerumahnya, dan langsung aku katakan pada kakanya bahwa aku ingin mempersunting adiknya. Tentu dia terkejut, gak ada angin gak ada hujan aku melamar adiknya. Sukur alhamdulillah, aku dapat respon yang baik, aku akan diperkenalkan dengan adiknya.
Nah ketika aku ingin diperkenalkan, dalam kesempatan lain, aku datang kerumahnya lagi, aku diterima oleh seorang gadis, aku bingung, inikah gadis itu? Dalam waktu 5 menit aku bingung ingin memilih topik pembicaraan. Gadis ini siapa?
Tiba tiba ada gadis lain datang menemui kami, oh…ternyata ini calon istriku. Malklum wajahnya cukup mirip buat orang yang belum kenal.
Saat itu juga aku katakan maksud tujuanku, yaitu mengajak menikah, seperti yang aku katakan pada kakaknya.
Sekali lagi, sukur alhamdulillah, dia merespon dengan baik,
Waktu sambil berjalan, perkenalan kami yang hanya seminggu. pinanganku positip diterima.
Dan 4 bulan kemudian, Alhamdulillah, kami menikah.
Alhamdulillah lagi, usia pernikahan kami sudah 19 th, dia memang istri yang baik. Seperti yang digambarkan guru madrasahku. Namanya MEIKHAYATI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: